Kamis, 22 April 2021 0 komentar

Tata Cara Salat Sunnah Lailatul Qadar, Simak Bacaan Niat ...

   Bulan Ramadan merupakan bulan yang spesial bagi umat Islam. Pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang melakukan amalan kebaikan. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan Ramadan.

Selain pahala yang berlipat, keistimewaan lain dari bulan yang penuh berkah ini adalah adanya malam lailatul qodar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini juga dipercaya sebagai malam diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan malam lailatul qodar itu datang. Hanya hadis Nabi SAW saja yang dapat menjadi petunjuk kapan datangnya malam yang penuh berkah tersebut, yaitu di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Kemudian Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa malam lailatul qodar tersebut lebih mungkin terjadi di malam-malam ganjil dari pada malam-malam genap.

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, manfaatkan waktu-waktu terakhir di bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, dengan meningkatkan ibadah. Salah satu ibadah sunnah yang bisa dikerjakan adalah sholat lailatul qodar.

Anda bisa mengerjakan sholat lailatul qodar ini seusai mengerjakan sholat isya' dan sholat tarawih. Namun, akan lebih afdhol jika sholat lailatul qodar ini ini dikerjakan di sepertiga malam, sama seperti ketika Anda hendak mengerjakan sholat tahajud

0 komentar

Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Sunnah Malam Lailatul ...

  Bulan Ramadan merupakan bulan yang spesial bagi umat Islam. Pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang melakukan amalan kebaikan. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan Ramadan.

Selain pahala yang berlipat, keistimewaan lain dari bulan yang penuh berkah ini adalah adanya malam lailatul qodar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini juga dipercaya sebagai malam diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan malam lailatul qodar itu datang. Hanya hadis Nabi SAW saja yang dapat menjadi petunjuk kapan datangnya malam yang penuh berkah tersebut, yaitu di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Kemudian Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa malam lailatul qodar tersebut lebih mungkin terjadi di malam-malam ganjil dari pada malam-malam genap.

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, manfaatkan waktu-waktu terakhir di bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, dengan meningkatkan ibadah. Salah satu ibadah sunnah yang bisa dikerjakan adalah sholat lailatul qodar.

Anda bisa mengerjakan sholat lailatul qodar ini seusai mengerjakan sholat isya' dan sholat tarawih. Namun, akan lebih afdhol jika sholat lailatul qodar ini ini dikerjakan di sepertiga malam, sama seperti ketika Anda hendak mengerjakan sholat tahajud

0 komentar

Niat Sholat Lailatul Qodar beserta Tata Cara

 Bulan Ramadan merupakan bulan yang spesial bagi umat Islam. Pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang melakukan amalan kebaikan. Oleh karena itu, beruntunglah orang-orang yang masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk bertemu dengan bulan Ramadan.

Selain pahala yang berlipat, keistimewaan lain dari bulan yang penuh berkah ini adalah adanya malam lailatul qodar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini juga dipercaya sebagai malam diturunkannya Al Quran kepada Nabi Muhammad SAW.

Namun, tidak ada yang tahu pasti kapan malam lailatul qodar itu datang. Hanya hadis Nabi SAW saja yang dapat menjadi petunjuk kapan datangnya malam yang penuh berkah tersebut, yaitu di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan.

Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Kemudian Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa malam lailatul qodar tersebut lebih mungkin terjadi di malam-malam ganjil dari pada malam-malam genap.

Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari).

Oleh karena itu, manfaatkan waktu-waktu terakhir di bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, dengan meningkatkan ibadah. Salah satu ibadah sunnah yang bisa dikerjakan adalah sholat lailatul qodar.

Anda bisa mengerjakan sholat lailatul qodar ini seusai mengerjakan sholat isya' dan sholat tarawih. Namun, akan lebih afdhol jika sholat lailatul qodar ini ini dikerjakan di sepertiga malam, sama seperti ketika Anda hendak mengerjakan sholat tahajud

Kamis, 18 Juli 2019 0 komentar

Cara Membuat Anak Berani Sekolah Tanpa Didampingi Orangtua ...


Anak yang tidak fokus di sekolah cenderung mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi bukan berarti anak tidak mampu belajar ya.
Jika Parents mengalami hal sama berarti ini adalah sebuah tantangan bagi orangtua dan guru. Jangan sampai kita merasa "Gagal dalam mendidik anak".
Mari kita benahi dan evaluasi terlebih dahulu sebagai Orangtua untuk mendidik anak dan cari tahu di mana minat dan bakatnya.
 memberikan 5 tips nih untuk Parents supaya bisa lebih memahami anaknya:

1. Mulailah pendekatan terhadap anak
Seberapa dekat Anda dengan anak? Apakah kita sering mengajaknya untuk bicara dari hati ke hati setiap harinya? Apakah saat berbicara dengan anak, kita sudah melakukannya secara dua arah? Kalau belum, segeralah buat waktu bersama;

2. Cari tahu sumber kesulitan/masalah anak di sekolah
Tak semua anak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan, pikirkan, dan lakukan. Jika hal ini terjadi pada anak kita, lakukan penelitian tentangnya. Apakah karena Sekolahnya? Teman sekolahnya? atau Pelajaran tertentu;

3. Sebagai Orangtua, dengarkan saja & pahami
Saatnya mengubah perilaku. Cobalah untuk belajar mendengar. Beberapa anak membutuhkan waktu lama agar dapat terlibat dalam obrolan bersama keluarganya.
Melakukan kebiasaan baru akan membutuhkan waktu beberapa lama untuk menjalaninya. Jadi, biasakan ini sampai kita hafal bagaimana mengajak si anak berbicara.
Dari sini, anak akan mulai memahami bahwa apapun yang ia katakan, ia akan didengar dan dipahami oleh orangtuanya. Lakukan dialog dua arah dan pertimbangkan pendapatnya;

4. Bekerjasama dengan guru di sekolah
Sampaikan kepada guru di sekolahnya. Jika masalah yang dihadapi oleh anak adalah topik pelajaran yang membosankan, maka variasikan pelajaran dengan hal yang ia suka. Misal, bantu ia memahami masalah seputar belajar dengan cara mengaitkan antara mata pelajaran dengan tokoh kartun idolanya,dsb;

5. Cari tahu minat belajar dan bakat anak
Tentu, sebagai Orangtua mau tahu di pelajaran apa yang paling di minati anak. Tapi bukan berarti kalau gak minat, di abaikan ya. Maksudnya, bagian pelajaran yang di minati haruslah lebih di maksimalkan. Supaya potensinya semakin berkembang.
Ada yang mau tambahkan lagi TIPS nya? Pastinya akan bermanfaat untuk Parents yang lainnya. Salam hangat 😀
0 komentar

MEMBUAT ANAK KEMBALI FOKUS BELAJAR


Anak yang tidak fokus di sekolah cenderung mengalami kesulitan untuk mengikuti pelajaran dengan baik. Tapi bukan berarti anak tidak mampu belajar ya.
Jika Parents mengalami hal sama berarti ini adalah sebuah tantangan bagi orangtua dan guru. Jangan sampai kita merasa "Gagal dalam mendidik anak".
Mari kita benahi dan evaluasi terlebih dahulu sebagai Orangtua untuk mendidik anak dan cari tahu di mana minat dan bakatnya.
Sungarden Indonesia memberikan 5 tips nih untuk Parents supaya bisa lebih memahami anaknya:

1. Mulailah pendekatan terhadap anak
Seberapa dekat Anda dengan anak? Apakah kita sering mengajaknya untuk bicara dari hati ke hati setiap harinya? Apakah saat berbicara dengan anak, kita sudah melakukannya secara dua arah? Kalau belum, segeralah buat waktu bersama;

2. Cari tahu sumber kesulitan/masalah anak di sekolah
Tak semua anak memiliki kemampuan untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan, pikirkan, dan lakukan. Jika hal ini terjadi pada anak kita, lakukan penelitian tentangnya. Apakah karena Sekolahnya? Teman sekolahnya? atau Pelajaran tertentu;

3. Sebagai Orangtua, dengarkan saja & pahami
Saatnya mengubah perilaku. Cobalah untuk belajar mendengar. Beberapa anak membutuhkan waktu lama agar dapat terlibat dalam obrolan bersama keluarganya.
Melakukan kebiasaan baru akan membutuhkan waktu beberapa lama untuk menjalaninya. Jadi, biasakan ini sampai kita hafal bagaimana mengajak si anak berbicara.
Dari sini, anak akan mulai memahami bahwa apapun yang ia katakan, ia akan didengar dan dipahami oleh orangtuanya. Lakukan dialog dua arah dan pertimbangkan pendapatnya;

4. Bekerjasama dengan guru di sekolah
Sampaikan kepada guru di sekolahnya. Jika masalah yang dihadapi oleh anak adalah topik pelajaran yang membosankan, maka variasikan pelajaran dengan hal yang ia suka. Misal, bantu ia memahami masalah seputar belajar dengan cara mengaitkan antara mata pelajaran dengan tokoh kartun idolanya,dsb;

5. Cari tahu minat belajar dan bakat anak
Tentu, sebagai Orangtua mau tahu di pelajaran apa yang paling di minati anak. Tapi bukan berarti kalau gak minat, di abaikan ya. Maksudnya, bagian pelajaran yang di minati haruslah lebih di maksimalkan. Supaya potensinya semakin berkembang.
Ada yang mau tambahkan lagi TIPS nya? Pastinya akan bermanfaat untuk Parents yang lainnya. Salam hangat 😀
0 komentar

Cara Agar Anak Mandiri | Sejak Dini‎

Bulan Juli bertepatan dengan tahun ajaran baru, sehingga anak-anak harus kembali ke sekolah. Bagi mereka yang mengalami kenaikan kelas, tentu hari pertama kembali belajar adalah saat yang paling menyenangkan karena bertemu dengan teman-teman setelah satu bulan lamanya libur.
Namun berbeda halnya dengan anak-anak di tingkat pertama, terutama TK dan SD. Minggu pertama ke sekolah seringkali menjadi drama. Banyak sekali anak yang rewel tidak mau ditinggal orang tuanya. Perasaan cemas berada di lingkungan baru, lama adaptasi dengan teman-teman, dan perasaan belum siap pergi keluar rumah sering membuat si Kecil merengek minta ditunggu.
Kejadian ini biasanya terjadi di minggu pertama, di mana orang tua masih diperbolehkan menunggu anak di sekolah supaya si Kecil merasa nyaman dan cepat beradaptasi. Namun bagaimana jika sudah hampir satu bulan lamanya anak-anak masih minta ditunggui, padahal Anda harus berangkat ke kantor.
Tenang, ada 5 tips cerdas yang bisa dilakukan untuk membiasakan si Kecil mandiri dan tidak ditunggui lagi:

  1. Mulai Secara Perlahan dan Konsisten
Beberapa orang tua nekat meninggalkan anak-anak di hari pertama sekolah, tanpa si Kecil mengetahui bahwa ibunya sudah tidak menungguinya di sekolah. Sebenarnya hal seperti ini lah yang menambah drama di sekolah, saat di hari pertama si Kecil masih belum terlalu percaya diri untuk belajar sendiri, namun orang tua justru meninggalkannya.
Supaya anak belajar mandiri, mulai perlahan saja. Jika diperlukan, susun rencana dan tahapan. Kapan anak harus ditunggu, dan kapan sudah bisa ditinggal.

Minggu pertama
Anda boleh menunggui anak dari dekat, sehingga si Kecil bisa melihat dengan jelas bahwa ada orang tuanya di dekatnya. Hal ini akan membuat si Kecil merasa lebih nyaman, sehingga di kelas ia akan lebih berani, dan menunjukkan bahwa ia mampu menyelesaikan pelajaran bahkan maju ke depan kelas.

Minggu kedua
Jika si Kecil sudah mulai berani, Anda bisa mencoba menungguinya dari jauh. Taman depan kelas atau ruang tunggu di depan kelas adalah lokasi yang bisa Anda gunakan, yang penting si Kecil masih bisa melihat Anda. Dengan berada di ruangan lain (walaupun masih dalam area yang sama) akan melatih anak untuk lebih mandiri saat di sekolah.

Minggu ketiga
Setelah dua minggu bersekolah, biasanya si Kecil sudah mulai menjalin pertemanan dengan beberapa anak. Memasuki minggu ketiga, Anda bisa mulai menambah jarak selama menunggu di sekolah. Setelah mengantar si Kecil sampai ke depan kelas, beritahu bahwa Bunda tidak pulang, namun akan menunggu di kantin atau ruang tunggu sekolah.
Di samping mencoba perlahan, Anda sebaiknya mulai memberikan pengertian kepada si Kecil bahwa mulai minggu depan Bunda hanya mengantar dan menjemput saja. Namun Anda juga harus konsisten melakukannya setiap hari, sehingga rasa berani dan percaya diri si Kecil mulai terbentuk untuk lebih mandiri.

Minggu keempat
Tiga minggu adalah waktu yang cukup untuk menunggui anak di sekolah, sehingga di minggu keempat Anda sudah bisa melepasnya sendiri di sekolah. Ikatan batin antara ibu dan anak cukup kuat, sehingga saat beranjak pulang setelah mengantar si Kecil, selalu berpikirlah positif supaya anak merasa tenang dan nyaman saat belajar di sekolah.

  1. Percayakan Kepada Guru
Saat orang tua sudah memutuskan untuk memasukkan anak-anak ke sekolah umum, ini artinya Anda sebaiknya mempercayakan si Kecil kepada guru dan pihak sekolah. Yakinlah bahwa para guru pasti akan siap membantu jika anak-anak mengalami kendala saat berada di sekolah.
Anda boleh memberikan nomor ponsel kepada guru kelasnya, sehingga jika sesuatu terjadi beliau bisa memberitahukan Anda secara langsung. Selain itu, guru juga bisa menginformasikan perkembangan si Kecil selama di sekolah. Hubungan baik orang tua dan guru sangat diperlukan demi kelancaran kegiatan belajar mengajar, lho.

  1. Beri Hadiah
Anak-anak suka hadiah, sehingga tidak ada salahnya Anda mulai memberlakukan sistem rewarduntuk anak. Sebelum mulai bersekolah, coba sampaikan kepada si Kecil bahwa Ayah dan Bunda akan memberikan hadiah jika ia berani untuk tidak ditunggui selama sekolah. Biasanya hadiah akan memberikan motivasi kepada si Kecil untuk lebih berani di sekolah.
Namun bagaimana jika strategi ini tidak mempan? Tenang, artinya Anda belum boleh terburu-buru. Selama minggu pertama dan kedua, Anda masih bisa menungguinya di sekolah sambil ia beradaptasi dengan lingkungan barunya. Namun di minggu ketiga mulai berikan pengertian bahwa ia harus berani di sekolah tanpa ditunggu.

  1. Siapkan Makanan Kesukaan
Selain hadiah, reward berupa makanan kesukaan juga menjadi favorit si Kecil. Sehari sebelum sekolah, coba tanyakan kepada anak besok ingin dibuatkan menu apa untuk sarapan, atau cemilan apa yang diminta setelah pulang sekolah. Selain itu, Anda bisa tanyakan ingin dibuatkan menu apa untuk bekal ke sekolah. Jika ingin membuat kejutan untuk si Kecil, beritahu bahwa Bunda akan membuatkan masakan favorit untuk besok, dan minta anak untuk menebak.
Dan coba buat perjanjian kecil, bahwa Anda akan membuatkan makanan favoritnya kalau si Kecil bersedia tidak ditunggui. Jika berhasil, artinya Anda sudah mendapatkan kunci awal untuk membuka rasa percaya dirinya!

  1. Bantu Ia Beradaptasi
Selama satu atau dua minggu pertama, saat masih bisa menungguinya selama di sekolah, Anda bisa mencoba untuk membantu anak supaya bisa membaur dengan lingkungan barunya. Bantu si Kecil untuk berkenalan dengan teman-teman barunya, supaya bisa mengalihkan pikirannya. Pelan-pelan, Anda bisa pamit untuk berpindah ke ruang tunggu di taman, supaya ia bisa bermain bebas bersama teman-temannya. Nah, jika si Kecil sudah mendapat teman baru biasanya akan lebih mudah ditinggal pulang.

Proses adaptasi si Kecil saat pertama bersekolah memang terbilang cukup lama, satu hal yang tidak kalah penting adalah menjaga komunikasi baik dengan anak. Saat menemput ke sekolah, minta ia menceritakan harinya di sekolah. Bagaimana teman-temannya, apa saja yang dipelajari di sekolah, dan bernyanyi bersama di perjalanan. Dengan membiasakan hal ini, si Kecil akan merasa lebih nyaman dan dekat dengan orang tua meskipun tidak ditunggui di sekolah. Juga, waktu belajar menjadi saat menyenangkan!
0 komentar

Tips Agar Anak Mau Sekolah Tanpa Harus Ditunggui

Bulan Juli bertepatan dengan tahun ajaran baru, sehingga anak-anak harus kembali ke sekolah. Bagi mereka yang mengalami kenaikan kelas, tentu hari pertama kembali belajar adalah saat yang paling menyenangkan karena bertemu dengan teman-teman setelah satu bulan lamanya libur.
Namun berbeda halnya dengan anak-anak di tingkat pertama, terutama TK dan SD. Minggu pertama ke sekolah seringkali menjadi drama. Banyak sekali anak yang rewel tidak mau ditinggal orang tuanya. Perasaan cemas berada di lingkungan baru, lama adaptasi dengan teman-teman, dan perasaan belum siap pergi keluar rumah sering membuat si Kecil merengek minta ditunggu.
Kejadian ini biasanya terjadi di minggu pertama, di mana orang tua masih diperbolehkan menunggu anak di sekolah supaya si Kecil merasa nyaman dan cepat beradaptasi. Namun bagaimana jika sudah hampir satu bulan lamanya anak-anak masih minta ditunggui, padahal Anda harus berangkat ke kantor.
Tenang, ada 5 tips cerdas yang bisa dilakukan untuk membiasakan si Kecil mandiri dan tidak ditunggui lagi:

  1. Mulai Secara Perlahan dan Konsisten
Beberapa orang tua nekat meninggalkan anak-anak di hari pertama sekolah, tanpa si Kecil mengetahui bahwa ibunya sudah tidak menungguinya di sekolah. Sebenarnya hal seperti ini lah yang menambah drama di sekolah, saat di hari pertama si Kecil masih belum terlalu percaya diri untuk belajar sendiri, namun orang tua justru meninggalkannya.
Supaya anak belajar mandiri, mulai perlahan saja. Jika diperlukan, susun rencana dan tahapan. Kapan anak harus ditunggu, dan kapan sudah bisa ditinggal.

Minggu pertama
Anda boleh menunggui anak dari dekat, sehingga si Kecil bisa melihat dengan jelas bahwa ada orang tuanya di dekatnya. Hal ini akan membuat si Kecil merasa lebih nyaman, sehingga di kelas ia akan lebih berani, dan menunjukkan bahwa ia mampu menyelesaikan pelajaran bahkan maju ke depan kelas.

Minggu kedua
Jika si Kecil sudah mulai berani, Anda bisa mencoba menungguinya dari jauh. Taman depan kelas atau ruang tunggu di depan kelas adalah lokasi yang bisa Anda gunakan, yang penting si Kecil masih bisa melihat Anda. Dengan berada di ruangan lain (walaupun masih dalam area yang sama) akan melatih anak untuk lebih mandiri saat di sekolah.

Minggu ketiga
Setelah dua minggu bersekolah, biasanya si Kecil sudah mulai menjalin pertemanan dengan beberapa anak. Memasuki minggu ketiga, Anda bisa mulai menambah jarak selama menunggu di sekolah. Setelah mengantar si Kecil sampai ke depan kelas, beritahu bahwa Bunda tidak pulang, namun akan menunggu di kantin atau ruang tunggu sekolah.
Di samping mencoba perlahan, Anda sebaiknya mulai memberikan pengertian kepada si Kecil bahwa mulai minggu depan Bunda hanya mengantar dan menjemput saja. Namun Anda juga harus konsisten melakukannya setiap hari, sehingga rasa berani dan percaya diri si Kecil mulai terbentuk untuk lebih mandiri.

Minggu keempat
Tiga minggu adalah waktu yang cukup untuk menunggui anak di sekolah, sehingga di minggu keempat Anda sudah bisa melepasnya sendiri di sekolah. Ikatan batin antara ibu dan anak cukup kuat, sehingga saat beranjak pulang setelah mengantar si Kecil, selalu berpikirlah positif supaya anak merasa tenang dan nyaman saat belajar di sekolah.

  1. Percayakan Kepada Guru
Saat orang tua sudah memutuskan untuk memasukkan anak-anak ke sekolah umum, ini artinya Anda sebaiknya mempercayakan si Kecil kepada guru dan pihak sekolah. Yakinlah bahwa para guru pasti akan siap membantu jika anak-anak mengalami kendala saat berada di sekolah.
Anda boleh memberikan nomor ponsel kepada guru kelasnya, sehingga jika sesuatu terjadi beliau bisa memberitahukan Anda secara langsung. Selain itu, guru juga bisa menginformasikan perkembangan si Kecil selama di sekolah. Hubungan baik orang tua dan guru sangat diperlukan demi kelancaran kegiatan belajar mengajar, lho.

  1. Beri Hadiah
Anak-anak suka hadiah, sehingga tidak ada salahnya Anda mulai memberlakukan sistem rewarduntuk anak. Sebelum mulai bersekolah, coba sampaikan kepada si Kecil bahwa Ayah dan Bunda akan memberikan hadiah jika ia berani untuk tidak ditunggui selama sekolah. Biasanya hadiah akan memberikan motivasi kepada si Kecil untuk lebih berani di sekolah.
Namun bagaimana jika strategi ini tidak mempan? Tenang, artinya Anda belum boleh terburu-buru. Selama minggu pertama dan kedua, Anda masih bisa menungguinya di sekolah sambil ia beradaptasi dengan lingkungan barunya. Namun di minggu ketiga mulai berikan pengertian bahwa ia harus berani di sekolah tanpa ditunggu.

  1. Siapkan Makanan Kesukaan
Selain hadiah, reward berupa makanan kesukaan juga menjadi favorit si Kecil. Sehari sebelum sekolah, coba tanyakan kepada anak besok ingin dibuatkan menu apa untuk sarapan, atau cemilan apa yang diminta setelah pulang sekolah. Selain itu, Anda bisa tanyakan ingin dibuatkan menu apa untuk bekal ke sekolah. Jika ingin membuat kejutan untuk si Kecil, beritahu bahwa Bunda akan membuatkan masakan favorit untuk besok, dan minta anak untuk menebak.
Dan coba buat perjanjian kecil, bahwa Anda akan membuatkan makanan favoritnya kalau si Kecil bersedia tidak ditunggui. Jika berhasil, artinya Anda sudah mendapatkan kunci awal untuk membuka rasa percaya dirinya!

  1. Bantu Ia Beradaptasi
Selama satu atau dua minggu pertama, saat masih bisa menungguinya selama di sekolah, Anda bisa mencoba untuk membantu anak supaya bisa membaur dengan lingkungan barunya. Bantu si Kecil untuk berkenalan dengan teman-teman barunya, supaya bisa mengalihkan pikirannya. Pelan-pelan, Anda bisa pamit untuk berpindah ke ruang tunggu di taman, supaya ia bisa bermain bebas bersama teman-temannya. Nah, jika si Kecil sudah mendapat teman baru biasanya akan lebih mudah ditinggal pulang.

Proses adaptasi si Kecil saat pertama bersekolah memang terbilang cukup lama, satu hal yang tidak kalah penting adalah menjaga komunikasi baik dengan anak. Saat menemput ke sekolah, minta ia menceritakan harinya di sekolah. Bagaimana teman-temannya, apa saja yang dipelajari di sekolah, dan bernyanyi bersama di perjalanan. Dengan membiasakan hal ini, si Kecil akan merasa lebih nyaman dan dekat dengan orang tua meskipun tidak ditunggui di sekolah. Juga, waktu belajar menjadi saat menyenangkan!
 
;