Minggu, 22 Januari 2017 0 komentar

25 barang yang harus dibawa saat mendaki gunung

Seringkali kita merasa bingung tentang barang-barang apa yang harus dibawa saat kita hendak mendaki gunung. Kebingungan seringkali dialami oleh pendaki pemula yang baru saja menekuni hobinya tersebut. Mendaki gunung selain membutuhkan fisik yang kuat, pengetahuan yang cukup juga membutuhkan perlengkapan baik itu digunakan untuk survival maupun komunikasi. 


Mendaki gunung merupakan suatu hoby atau kegiatan yang cukup beresiko, dikatakan beresiko karena kita dihadapkan pada kondisi alam dan cuaca yang cukup extreme serta sulit dapat diprediksi sebelumnya. Meskipun beresiko tetapi tidak membuat orang berhenti melakukan hobynya tersebut. Bahkan akhir-akhir ini kegiatan ini cukup populer di kalangan remaja dan anak muda berkat adanya film dan acara di televisi yang menceritakan petualangannya di alam bebas tidak terkecuali petualangan mendaki gunung, petualangan mendaki gunung tersebut menginspirasi banyak orang untuk ikut berpetualang menyambangi gunung-gunung dengan medannya yang sulit untuk dikunjungi.

Ruang pendaki akan memberikan tips tentang barang apa saja yang harus dibawa ketika  mendaki gunung. Barang-barang yang harus dibawa mendaki gunung, saya kategorikan menjadi 2 kelompok, yakni barang pribadi secara pribadi dan barang yang digunakan untuk berkelompok.

Perlengkapan pribadi 



Carrier yang kuat untuk membawa semua kebutuhanmu


Carrier atau tas gunung berfungsi untuk membawa seluruh perlengkapan yang kita butuhkan selama berada di alam terbuka. Sahabat bisa memilih ukuran  carrier yang akan dibawa berdasarkan perkiraan waktu perjalanan serta barang apa saja yang akan dibawa. Misalkan untuk perjalanan pendakian yang hanya membutuhkan waktu 2 hari satu malam sahabat bisa menggunakan carrier dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Ukuran 40L saya rasa cukup untuk membawa peralatan serta logistic yang diperlukan. Berbeda bila sahabat ingin berpetualang dengan waktu yang cukup lama, misalkan mendaki ke gunung semeru atau gunung rinjani, tentu membutuhkan carrier yang cukup besar, misalkan ukuran 70 L.  Pilihlah carrier yang nyaman,carrier yang nyaman serta kuat tidak semua carrier dengan harga yang mahal, saya ada rekomendasi carrier murah bagi kamu yang suka naik gunung. Merk-merk local saat ini juga   juga banyak menawarkan carrier murah dengan harga yang terjangkau, sebut saja consina, eiger, gravell, rei dan masih banyak lagi carrier produk dalam negeri dengan kualitas baik.


Raincover


Ada baiknya sahabat juga melengkapi carrier dengan raincover agar dapat melindungi carrier sahabat, raincover selain melindungi carrier dari hujan juga melindunginya dari debu, sehingga diharapkan carrier menjadi awet. Sahabat sebaiknya mengenal konsep Ultralight Hiking sebelum melakukan pendakian. Dengan konsep tersebut, akan sangat membantu sahabat untuk dapat membawa barang bawaan seringan mungkin tanpa mengurangi fungsi dari barang-barang tersebut.


Sepatu gunung untuk dapat melindungi kakimu dari track pegunungan yang extreme


Sepatu gunung sangat diperlukan untuk melindungi kakimu. Beberapa orang (termasuk saya sendiri ) banyak yang menyukai mendaki mengenakan sandal gunung, namun saya lebih menganjurkan sahabat menggunakan sepatu. Memang harga sepatu rata-rata lebih mahal dibandingkan harga sandal namun sepatu gunung terbukti lebih saferty dibandingkan jika sahabat hanya mengenakan sandal gunung. Bagaimana jika saya memakai sepatu olahraga biasa ? Nah setiap produk dikeluarkan tentunya memiliki fungsi masing-masing. Sepatu atau sandal gunung didesain khusus dengan adanya grid untuk memperkuat cengkeraman dengan medan yang kita injak sehingga kita tidak mudah tergelincir. 

Sleeping bag untuk melindungi tubuhmu dari dinginnya malam


Pada tahun 2005 ketika saya diajak mendaki pertama kalinya oleh rekan bersama komunitasnya ke puncak merbabu, saya tidak tau apa itu sleeping bag. Saya hanya membawa sarung biasa, alhasil saya mengalami hipotermi. Saya rasa sahabat yang disini lebih cerdas dan bisa belajar dari pengalaman konyol saya dengan membawa sleeping bag dalam setiap pendakiannya.  Sleeping bag yang umumnya beredar dipasaran saat ini umumnya terbuat dari bahan polar dan Dacron dengan keistimewaan masing-masing. Pada dasarnya sleeping bag tidak bisa menciptakan panas dengan sendirinya, melainkan hanya menahan serta memantulkan panas yang berasal dari dalam tubuh kita sendiri. Sleeping bag akan dapat bekerja dengan baik apabila pemakainya masih bisa mengeluarkan panas tubuh.  Pilihlah sleeping bag yang dapat menutup tubuhmu termasuk pada bagian ujung kaki untukdapat memberikan kehangatan yang cukup.

Matras sebagai alas tidurmu di atas pangkuan ibu pertiwi

Penggunaan matras juga sangat penting dan dapat tergantikan…loh kog bisa?. Tentu saja bisa, matras berfungsi sebagai alas tempat tidur kita ketika berpetualangan di alam terbuka, umumnya barang yang satu ini kita bawa dengan diletakkan pada bagian bawah tas carrier seolah-olah menegaskan kita akan camping ataupun melakukan kegiatan outdoor lainnya. Dalam konsep ultralighthiking, penggunaan matras yang cukup memakan tempat untuk kita bawa, dapat diganti dengan alumunium foil. Penggunaan alumunium foil juga terbukti efektif untuk menciptakan kehangatan dengan cara menjaga panas tubuh kita. Selain murah alumunium foil sangat praktis untuk kita bawa, karena mudah dilipat. Namun untuk kenyamanannya tentu akan nyaman bila kita menggunakan matras sebagai tempat tidur kita, karena lebih empuk dibandingkan dengan beralaskan alumunium foil.


Jas hujan untuk melindungi dirimu dari guyuran hujan

Tidak hanya berfungsi ketika sahabat naik motor, jas hujan sangat penting dikala cuaca yang tidak menguntungkan. Jas hujan juga berfungsi untuk melindungi tendamu dari hujan deras. Hal ini sering terjadi ketika hujan deras dan tenda kita mulai rembes, jas hujan dapat digunakan untuk melindungi bagian tenda yang merembes. Jadi jangan sampai lupa membawa barang yang satu ini, seringkali jas hujan di taruh dibawah jok motor dan lupa kita pindahkan ketika sudah mencapai basecamp.


Peralatan makan dan minum


Peralatan makan seperti piring makan, sendok serta gelas juga jangan lupa kamu bawa. Seringkali botol air mineral juga dapat kita sulap menjadi peralatan makan dan minum bila kondisi darurat. Hal itu dikarenakan kita lupa membawa peralatan makan. Namun sebenarnya cara ini kurang begitu baik bagi kesehatan, karena pada dasarnya botol air mineral bersifat disposible atau sekali pakai. Jika kita menggunakannya secara berulang tentunya akan merubah partikel kimia pada botol tersebut sehingga akan bercampur dengan makanan ata.u minuman kita dan berdampak buruk dalam waktu jangka panjang. Saya sendiri pasti membawa gelas yang terbuat dari alumunium yang sudah lama sekali saya gunakan. Karena terbukti awet dan bila jatuh tidak akan pecah.

Logistik yang cukup

Logistik sebenarnya tidak termasuk perlengkapan namun tidak ada salahnya saya masukkan ke dalam perlengkapan yang harus dibawa saat mendaki gunung. Sebaiknya sahabat membawa logistic dengan cukup asupan karbohidratnya seperti roti, mie atau sereal. Membawa makanan manis yang mengandung tinggi glucose juga sangat dianjurkan seperti permen, coklat, ataupun wafer. Pada saat saya ikut diksar dulu untukmencukupi kalori selama jalan kaki dari Yogyakarta sampai klaten oleh panitia dianjurkan untuk membawa dan sering-sering  menghisap gula jawa segula jawa selama perjalanan. Oya makanan favorit saya yang seringkali saya bawa bila mendaki gunung adalah ampyang,mungkin beberapa sahabat disini tau apa itu ampyang ?! makanan yang terbuat dari kacang tanah serta gula jawa ini sangat efektif selain sebagai sumber kalori juga dapat memberikan rasa hangat dibadan setelah mengkonsumsinya karena makanan ini mengandung jahe yang berkhasiat menghangtkan badan.
  

Senter dan lampu tenda


Perlengkapan pendakian tidak lengkap rasanya jika tidak mencantumkan senter. Pilihlah senter dengan cahaya yang dapat menembus kabut atau cahaya kuning. Saat ini banyak beredar senter LED dengan cahaya yang dihasilkan berwarna putih. Saya sendiri juga menggunakan senter LED, namun saya modifikasi sendiri bila melewati kondisi track yang berkabut dengan cara, menempelkan plastic transparan warna kuning ( plastic yang sering digunakan untuk melindungi buku yang difotocopy ) pada bagian dalam senter. Dengan cara ini cahaya senter yang dihasilkan dapat menembus jalan atau track yang berkabut. Saya biasa membawa 2 senter bilamana melakukan camping ataupun kegiatan outdoor lainnya, satu senter kepala atau headlamp, satunya lagi senter biasa yang butuh pegangan tangan.


Baterai cadangan

Jangan lupa membawa baterai cadangan serta lampu tenda atau lampu emergency kecil. Lampu tenda atau lampu emergency dengan ukuran kecil dapat membantu kita bilamana kita memasak di luar tenda. 

Trekking pole

Trekking pole adalah salah satu dari beberapa alat pendakian yang perlu dibawa. Beberapa orang mungkin akan memandang sebelah mata alat ini, namun setelah mencoba tentu akan mengetahui bahwa alat ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya : dapat  memberikan keseimbangan tambahan di jalur pendakian,sebagai penopang ketika melawati tanjakan atau turunan, mengurangi impak di kaki dan masih ada lagi manfaat lain jika sahabat menggunakan trekking pole. Bila tidak mempunyai trekking pole sahabat tentu bisa menggunakan tongkat atau kayu yang dapat ditemukan di jalur pendakian, namun untuk kenyamanannya tentu akan lebih nyaman dengan alat yang didesain khusus sesuai fungsinya. 

Trash bag atau kantong sampah

Bila kamu tidak ingin mengotori gunung dan ingin mewariskan bumi pertiwi yang bersih dari sampah, bawalah trash bag atau kantong sampah jika kamu mendaki gunung. Banyak sekali pendaki yang seenaknya sendiri membuang sampah baik itudi puncak ataupun di sepanjang jalur pendakian, saya harap sahabat disini tidak melakukan hal yang serupa. Selain itu trash bag juga mempunyai fungsi lain yaitu bisa dijadikan alas dalam keadaan darurat, bila matras tidak cukup mencukupi. 

Pakaian untuk ganti


Nah khusus untuk pakaian selama pendakian, jangan sampai salah dalam memilih pakaian yang sahabat pakai. Bedakan antara pakaian yang digunakan selama pendakian dan pakaian yang digunakan ketika beristirahat tidur.

Pakaian untuk mendaki sebaiknya sahabat memilih pakaian yang longgar serta tidak terlalu tebal agar keringat yang dihasilkan akan lebih cepat kering. Penggunaan pakaian yang berbahan cotton memang terlihat nyaman dipakai serta hangat namun pakaian dengan bahan cotton akan lebih mudah menampung keringat dan cenderung susah untuk kering. Pilihlah pakaian dari bahan sintetis, atau bahan yang biasanya dibuat kaos jersey yang sangat mudah kita temui. Pakaian dengan bahan sintetis tersebut akan lebih cepat mengering dan tidak menampung keringat.

Sebaiknya ketika akan tidur sahabat juga mengganti pakaian terutama baju, karena baju yang basah karena keringat akan dapat berdampak terjadinya hipotermia, sehingga disarankan membawa beberapa pakaian untuk ganti. Selain mencegah terjadinya hipotermia, dengan pakaian yang bersih tentunya akan membuat sahabat nyaman untuk beristirahat. Untuk jumlah pakaian yang sering saya bawa dalam pendakian dengan waktu 2 hari diantaranya :

Jacket : Minimal membawa potong, satu jaket yang digunakan untuk mendaki dan memiliki ketahanan terhadap udara dingin serta air sedangkan satunya jacket ( jamper ) yang digunakan ketika pulang dari pendakian, saya memilih jacket yang lebih tipis atau hanya memakai jamper saja ketika pulang dari pendakian, alasannya karena ketika pulang fungsi dari jacket tersebut untuk melindungi kulit dari sengatan sinar matahari secara langsung, berbeda dengan jacket yang dipakai pada saat pendakian yang mempunyai fungsi untuk menahan dingin.

Celana dalam  : minimal 2 potong
Celana pendek: 1 potong
Kaos    : minimal 2 potong
Kaos kaki   : 2 pasang satu pasang untuk mendaki, satu pasang untuk tidur dan perjalanan turun
Sarung tangan : 2 pasang, pilih sarung yang hangat serta tidak kaku bila digunakan

Buff/masker 

Di beberapa gunung mempunyai treck yang berpasir dan berdebu, tentu hal ini akan mengganggu pernafasan. Menggunakan masker setidaknya dapat mengahalangi debu masuk ke dalam saluran pernafasan serta dapat mengurangi terpaan udara ke mulut kita.

Kupluk

Kupluk meskipun kecil ,namun benda ini sangat bermanfaat bagi diri kita terutama pada kondisi dingin. Pilihlah kupluk dengan bahan tebal dan dapat menutup bagian telinga kita.

Decker

Decker biasa digunakan di dunia otomotif terutama pada pembalap ataupun pada orang yang menyukai hoby touring. Nah penggunaan decker ini bermanfaat untuk melindungi lutut serta mengurangi beban lutut saat mendaki ataupun menuruni gunung.

Gaiters

Gaiters atau ada yang menyebutnya dengan leggers. Barang yang satu ini umumnya jarang dibawa dan mungkin terasa asing didengar oleh sebagian orang. Gaiter dipasang di atas sepatu menutupi hingga tungkai kaki dibawah lutut. Gunanya untuk melindungi tungkai kaki bagian bawah dan juga untuk menghindari masuknya pasir dan batu ke dalam sepatu saat melewati trek berpasir dan berbatu di gunung. 

Pisau


Pisau selain berfungsi untuk memotong bahan makanan yang akan dimasak, juga berfungsi untuk pertahanan diri, misalnya pertahanan diri dari serangan binatang buas.


Obat-obatan pribadi



Obat-obatan pribadi jangan lupa untuk dilewatkan, termasuk saya pribadi yang menderita asma, saya akan selalu membawa salbutamol tablet, injeksi methylprednisolon dan ventolin spray jika saya melakukan pendakian. Sahabat juga perlu membawa alat perawatan luka sederhana, serta obat anti alergi seperti dexamethasone tablet untuk persediaan bilamana sahabat atau rekan yang lain tiba-tiba mengalami alergi baik itu alergi makanan dan alergi dingin. Jangan lupa juga obat turun panas, obat diare, serta obat pengurang nyeri. Biasanya beberapa obat turun panas juga mempunyai efek pengurang nyeri ( analgetikantipiretik ) seperti paracetamol, namun sebaiknya sahabat juga tetap membawa obat pengurang nyeri seperti ketorolac, asam mefenamat atau buscopan.


Peralatan untuk kebersihan diri

Meskipun di gunung tentunya sahabat tidak melupakan kebersihan diri donk, karena kebersihan bagian dari iman dan bersih itu pangkal sehat. Beberapa alat untuk kebersihan diri yang harus dibawa diantaranya :

  • Sabun
  • Sampo
  • Pasta gigi
  • Sikat gigi
  • Handuk kecil 


Peralatan dokumentasi 

Yang satu ini menurut saya pribadi sangatlah penting. Jika orang pergi ke tempat wisata membeli oleh-oleh sebagai cinderamata,tetapi jika kita ke gunung kita hanyalah bisa mengambil gambar dan tidak boleh mengambil apapun dari sana. Sobat bisa membawa camera baik itu camera digital ataupun camera hp. Pastikan juga sobat mengisi baterainya dan mempersiapkan memory yang cukup untuk menampung semua gambar yang sobat dapatkan ketika menjelajahi alam. 


Perlengkapan komunikasi


Perlengkapan komunikasi misalnya handphone atau HT sangat membantu sobat dalam berkomunikasi dengan keluarga ataupun dengan rekan pendaki lainnya. Perlengkapan komunikasi juga sangat membantu ketika membutuhkan bantuan dalam kondisi yang tidak menguntungkan. Memang ketika di gunung masalah utama bagi yang membawa handphone adalah ketiadaan sinyal. Namun bukan berarti kita tidak perlu membawa handphone. Kenyataannya di beberapa jalur pendakian seringkali kita bisa mendapatkan sinyal HP dan bisa mengabari keluarga kita. Penggunaan radiopanggil ( HT ) juga sangat dianjurkan untuk berkomunikasi dengan basecamp terdekat. Pastikan sobat menanyakan frekuensi basecamp terdekat untuk bisa berkomunikasi dengan petugas yang berjaga di basecamp.
   

Peralatan untuk berkelompok


Peralatan masak


Peralatan masak disini terdiri dari kompor dan nesting. Nesting dan kompor dapat digunakan secara kelompok. 1 kompor dan nesting bisa digunakan untuk 3-4 orang, bila lebih dari itu sebenarnya bisa, namun akan membutuhkan waktu yang lama bila memasak. Nesting yang saya gunakan selama ini adalah nesting TNI yang sudah 4 tahun menemani kegiatan saya. Nesting yang sangat berat itu menjadi beban dengan berat no 2 setelah air minum, jadi biasanya untuk mengurangi beban karena nesting, saya biasanya hanya membawa 2 bagian ( total 3 bagian  ) dan dibagian dalam nesting digunakan untuk menyimpan kompor. Saat ini banyak dijual nesting-nesting yang sangat ringan untuk dibawa. Tentunya harga yang ditawarkannya pun sangat bervariasi, rata-rata lebih mahaldibandingkan dengan nesting TNI.

Penggunaan kompor untuk memasak disesuaikan dengan jumlah anggotanya. Bila anggota yang ikut hanya berjumlah 3 orang saya menggunakan kompor spiritus karena ringan dibawa namun bila anggotanya cukup banyak, biasanya saya membawa kompor gas portable dengan ukuran yang kecil. Tentunya dengan membawa kompor gas akan menambah beban dan memerlukan banyak ruang karena selain kompornya kita harus membawa gas hi cock. Untuk membawa gasnya sendiri saya anjurkan untuk ditaruh di bagian luar carrier karena  ( bisa pada bagian sampan tempat biasa menaruh minuman ) apabila sahabat menaruh gasnya di dalam ditakutkan bilamana terjadi kebocoran tidak dapat tercium dan mencemari makanan yang ada di dalam carrier.  

Tenda


Mendaki gunung tanpa membawa tenda bisa diibaratkan seekor siput berjalan tanpa cangkangnya. Tenda sangat diperlukan bilamana kondisi cuaca yang kurang begitu baik. Sahabat sebaiknya tidak tidur di luar tenda karena udara yang dingin akan membuat tubuh kita terlalu mengeluarkan banyak kalori untuk menghangatkan tubuh kita, selain itu tidur di dalam tenda dan berselimutkan sleeping bag sedikit banyak dapat menjaga suhu tubuh  agar tetap hangat. Pilihlah tenda sesuai dengan jumlah kelompok. Saya sendiri pasti memilih tenda dengan kappasitas lebih dari jumlah kelompok. Bila jumlah kelompok 4 orang, saya memilih tenda dengan kapasitas 6 orang, alasannya kenapa? Karena bila memilih tenda dengan kapasitas yang sama, barang-barang di dalam carrier tidak dapat dimasukkan. Pengalaman karena tenda yang tidak muat untuk menampung personil dan carriernya, memaksa beberapa carrier ditaruh diluar tenda, alhasil karena ulah beberapa pendaki yang lewat dan tidak bertanggung jawab, beberapa barang bawaan dari anggota saya ada yang hilang. Oleh karena itu untuk mengantisipasi kejadian itu tidak berulang, saya biasanya membawa tenda yang dapat menampung anggota dan barang bawaannya. 

Peralatan navigasi

Peralatan navigasi seperti GPS dan kompas jangan sampai lupa, meskipun ada GPS biasanya saya tetap meminta peta jalur pendakian yang telah disediakan oleh pihak basecamp
0 komentar

15 Barang yang Wajib Dibawa Saat Mendaki Gunung

Membawa barang saat mendaki gunung itu memang gampang-gampang susah. Di satu sisi kita ingin membawa barang selengkap mungkin, di sisi lain isi tas kita terbatas untuk menampung barang-barang tersebut. Sebenarnya banyaknya barang bawaan ini tergantung dari berapa lama kita akan berada di gunung. Misi kita satu: bagaimana tetap bertahan hidup di gunung sampai kembali ke rumah dengan barang-barang yang kita bawa. Itulah seni mendaki gunung. Itu juga salah satu hal yang membuat kita ketagihan naik gunung. Tulisan ini hanya akan membahas barang-barang yang wajib dibawa saat mendaki gunung, maksimal selama 2 hari berada di area gunung. Ada beberapa prosedur pendakian yang meliputi prosedur logistik, peralatan, perlengkapan, perjalanan, dan darurat. (baca: tips mendaki gunung untuk pemula). Barang-barang yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung yang saya rangkum dari prosedur tersebut antara lain:
1. Tas Gunung/Carrier/Keril Minimal ukuran 40 Liter
Mengapa bukan tas ransel saja? Bisa saja jika kamu hanya one day trip naik gunung, sampai di puncak sebentar, kemudian langsung turun ke bawah lagi dalam sehari. Yang menjadi masalah adalah ketika kita harus menginap/bertenda/camping di gunung, barang yang harus kita bawa pun menjadi banyak sehingga tak cukup hanya mengandalkan tas ransel saja. Bagaimana dengan koper? Hah, apalagi koper. Kalau jalan setapak di gunung terbuat dari porselen sih tidak masalah membawa koper hehehe. Jalan setapak di gunung lumayan terjal tjuy…
Semakin mahal harga tas gunung, biasanya semakin awet dan ringan. Saya dan teman saya pernah membandingkan antara tas carrier dengan ukuran yang sama namun harganya berbeda. Dalam keadaan kosong, tas yang harganya lebih murah, beratnya lebih menyiksa pundak ketika digendong. Tentu saja setelah diisi barang dengan jumlah yang sama akan mempunyai berat yang berbeda pula. Wajar sih, ada harga ada rupa. Silakan saja mau beli yang mahal atau yang murah, tak ada yang melarang. Oh ya, jangan lupa membawa cover bag tas untuk melindungi dari hujan. Biasanya sudah satu paket terdapat dalam tasnya.
2. Pakaian.
Jangan sampai salah memilih pakaian saat mendaki gunung. Jika salah, bisa-bisa mengalami hipotermia atau badan membeku parah karena kehilangan panas tubuh saat berada di gunung. Berdasarkan pengalaman saya, pakaian yang dibawa sebaiknya dibagi menjadi dua:
– Pakaian untuk beraktivitas dan mendaki. Pilih pakaian yang tidak ketat dan menyerap keringat.
– Pakaian untuk tidur. Pilih pakaian yang hangat dan bisa menahan panas.
Mengapa tidak sekaligus satu pakaian dipakai untuk kedua-duanya saja? Menurut saya jangan. Saat mendaki, tubuh kita mengeluarkan keringat yang luar biasa banyak. Hal ini disebabkan karena kelembaban di gunung yang sangat tinggi sehingga tubuh gampang sekali mengeluarkan keringat, walaupun hawa pegunungan sejuk/dingin. Keringat ini tanpa sadar akan tersimpan ke dalam pakaian tersebut. Siang hari mungkin tidak terasa di badan. Pada malam hari, keringat yang masih tersimpan dalam pakaian ini akan membuat pakaian menjadi dingin. Bukannya pakaian melindungi kita dari cuaca dingin, justru yang terjadi sebaliknya. Pakaian berkeringat tersebut membuat hawa dingin semakin dingin! Maka dari itu, siapkan pakaian hangat yang kering untuk dipakai saat tidur. Selain tentu saja pakaian khusus untuk tidur ini lebih memberi rasa nyaman dibanding menggunakan pakaian kotor dan basah akibat aktivitas mendaki tadi untuk tidur.
Daftar pakaian yang saya bawa saat mendaki adalah sebagai berikut (hasil saran para pendaki senior):
– Jaket 2 potong: Jaket untuk tidur dan jaket yang digunakan saat mendaki gunung. Jaket yang cocok digunakan saat berada di gunung adalah jaket dengan kriteria bisa menahan dingin, air, dan angin (cold proof, water proof, wind proof).
– Kaos minimal 2 potong: Satu potong untuk mendaki, satu potong untuk tidur. Sebaiknya kaos yang dipakai untuk tidur adalah kaos lengan panjang.
– Celana panjang 2 potong: Satu potong celana yang agak longgar agar mendaki menjadi lebih mudah, satu potong celana dari wool hangat untuk tidur. Banyak yang menyarankan untuk menghindari celana jeans. Saya setuju dengan ini. Pertama kali mendaki gunung, saya menggunakan jeans. Waktu itu, internet masih belum seperti sekarang sehingga saya terlalu nekat mendaki tanpa informasi yang cukup. Apa yang terjadi? Mendaki menjadi susah, kaki cedera, juga nyaris hipotermia sampai-sampai tak mau jauh dari api unggun. Malam hari pun menggigil tak bisa tidur karena kedinginan.
– Celana dalam minimal 2 potong: Untuk mendaki dan untuk tidur.
– Sarung tangan 2 pasang: Ingat ya, dua pasang bukan dua potong, yaitu sarung tangan untuk mendaki dan untuk tidur.
– Kaos kaki 2 pasang: Kaos kaki yang nyaman untuk mendaki dan kaos kaki yang hangat untuk tidur.
– Kupluk/Balaclava 2 pasang: Saat mendaki, kupluk/balaclava sangat berguna untuk menyerap keringat sehingga tak perlu repot-repot menyeka keringat di kepala. Kupluk satunya lagi digunakan untuk melindungi kepala dari hawa dingin, khususnya bagian telinga yang mudah sekali kedinginan.
– Sepatu gunung dan sandal gunung. Di beberapa tempat pendakian, kita diwajibkan mengenakan sepatu dan dilarang mengenakan sandal. Jadi, pastikan membawa sepatu sebelum mendaki gunung. Sandal gunung perlu dibawa untuk kepraktisan saat berada di area perkemahan.
– Celana pendek (Opsional)
– Sarung (opsional)
– Buff/masker/scarf/slayer (opsional, menjadi wajib ketika gunung yang didaki mempunyai suhu sangat dingin)
– Geiter (opsional, menjadi wajib ketika gunung yang didaki mempunyai suhu yang amat sangat dingin)
– Handuk. Opsional karena bisa diganti dengan tisu basah/kering.

3. Sleeping bag dan matras.
Matras dan sleeping bag sangat berguna untuk tidur. Beberapa pendaki senior menyarankan untuk melapisi matras dengan alumunium foil supaya lebih memberi rasa hangat saat tidur. Mungkin karena panas tubuh yang kita keluarkan terpantul kembali ke tubuh kita oleh alumunium foil? Bisa jadi.
4. Jas Hujan.
Jas hujan ini berguna untuk naik motor. Gak ding, bercanda. Jas hujan ini tentu saja berguna di kala hujan tiba. Letakkan jas hujan tersebut di tempat yang mudah dijangkau, sehingga ketika hujan tiba, langsung dapat dipakai seketika itu juga.
5. Alat makan
Alat makan wajib kita bawa jika kita ingin memasak di gunung. Alat makan tersebut antara lain piring, gelas, sendok, pisau kecil, kompor gas kecil, nesting, dan lain sebagainya. Namun, jika sekiranya kita tidak perlu memasak makanan di gunung, barang-barang ini juga tidak perlu dibawa karena lumayan memperberat barang bawaan. Jika hanya membawa makanan siap santap seperti ini, tentu saja akan mubazir jika membawa peralatan makan seperti yang telah disebutkan tadi.
6. Obat-obatan
Obat-obatan harus dibawa saat mendaki gunung. Ini merupakan bagian dari prosedur darurat (emergency) saat mendaki gunung. Obat-obatan tersebut antara lain obat luka luar (plester, alkohol, obat merah), obat flu, obat penghilang nyeri, obat anti alergi, multivitamin, minyak kayu putih, obat sakit perut, obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu, dan lain sebagainya. Obat-obatan favorit para pendaki adalah tolak angin/antangin cair, minyak kayu putih, dan salonpas/counterpain hehehe. Beberapa pendaki menyarankan membawa obat mencret seperti Entrostop untuk menahan berak saat di gunung. Berak di gunung itu lumayan rempong tjuy. Misi kita adalah bagaimana caranya obat-obatan ini tidak terpakai sama sekali, yang berarti sudah saatnya kita bersyukur karena diberi kesehatan dan keselamatan selama mendaki gunung.

7. Korek api
Korek api sangat berguna untuk memasak saat di gunung. Korek api ini juga berguna jika kita ingin membuat api unggun. Hati-hati menggunakan korek api supaya tidak membakar hutan.
8. Senter/headlamp
Senter dan headlamp sangat berguna memberi pencahayaan di kala gelap. Senter dari handphone tidak cukup kuat untuk membantu menerangi jalan, jadi jangan mengandalkan cahaya dari senter handphone ya. Bawa senter beneran atau headlamp instead of senter hape. Bawa batere cadangan secukupnya. Pengalaman pribadi waktu mendaki malam hari (mengejar sunrise, sehingga harus mendaki malam hari dari lokasi camping), teman saya kehabisan batere, sehingga dia harus bergantung kepada cahaya teman lain, dan ini tentu saja sangat tidak nyaman karena cahaya dari senter kan sangat terbatas.
9. Tissue kering & tissue basah
Tisu ini berguna untuk membersihkan segala hal, mulai dari membersihkan baju, piring, gelas, membersihkan badan, untuk cebok, dan lain sebagainya. Menurut saya tisu basah sangat wajib dibawa mengingat tisu basah ini memberi efek segar untuk membasuh muka, untuk mandi kering, dan untuk cebok setelah berak. Selain itu, tisu basah ini pada umumnya mengandung zat antibakteri yang berguna untuk menjaga kebersihan tubuh kita dari kuman.
10. Baterai cadangan
Baterai cadangan yang harus kita bawa adalah baterai senter, baterai GPS (jika punya), baterai kamera, dan lain sebagainya. Bawa baterai cadangan dalam jumlah yang cukup banyak. Selain untuk diri sendiri, baterai cadangan juga bisa berguna bagi rekan yang membutuhkan. Toh ukuran baterai ini juga kecil sehingga membawa dalam jumlah cukup banyak pun tidak masalah. Asal jangan terlalu banyak tentu saja hehehe.

11. Kantong plastik untuk sampah dan pakaian kotor/basah.
Kantong plastik pakaian kotor/basah sangat penting supaya tidak tercampur dengan makanan, obat-obatan, dan pakaian yang bersih. Sedangkan plastik sampah untuk menampung dosa-dosa akibat kita menghasilkan sampah di gunung.
12. Trekking pole
Awalnya saya mengira tongkat trekking pole ini opsional untuk dibawa. Berat-beratin bawaan saja. Sekarang, saya menganggapnya sebagai barang yang wajib dibawa. Kita tidak bisa merencanakan bahwa kaki kita akan baik-baik saja saat mendaki gunung. Bisa jadi karena ketidaksengajaan, kita mengalami cedera/terkilir/keseleo (pengalaman pribadi). Nah, kalau begini siapa yang akan menolong kita selain diri kita sendiri? Mau merepotkan teman? Teman kita juga kerepotan bawa diri sendiri dan barang bawaanya keleus hehehe… Trekking pole akan sangat membantu mengurangi beban kaki kita. Saat mendaki, semua beban rasanya seperti bertumpu pada kaki kita. Nah, beban ini bisa dibagi ke lengan dengan menggunakan trekking pole.
13. Tenda
Jika kita menginap di gunung, tentu saja tenda ini wajib hukumnya untuk dibawa. Tenda ini akan melindungi kita dari angin, hujan, dingin, binatang, dan gangguan-gangguan lainnya. Pastikan dalam rombonganmu saat naik gunung, apakah perlu membawa tenda sendiri atau tidak (dalam artian satu tenda bisa digunakan bareng-bareng), mengingat tenda ini lumayan memperberat barang bawaan.
14. Makanan/Minuman dan logistik lainnya
Makanan dan minuman juga menjadi barang yang wajib dibawa saat mendaki gunung. Kalau di puncak gunung ada minimart sih tak perlu membawa banyak makanan, yang menjadi masalah adalah di atas puncak gunung seringkali hanya terdapat hamparan pasir dan tanaman semak. Mau makan pasir/semak-semak? Silakan hehehe. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dibawa saat mendaki gunung. Daftar makanan tersebut selengkapnya dapat dibaca di sini.
15. Lain-lain
– Kacamata. Terkadang kita membutuhkan kacamata untuk melindungi mata dari debu dan matahari. Selain untuk gaya tentu saja hehehe.
– Benang, peniti, dan jarum juga penting lho buat jaga-jaga ketika tasmu bermasalah. Misalnya nih ya, tasmu jebol saat di puncak gunung. Apa yang akan kamu lakukan?
– Peralatan navigasi seperti GPS atau kompas.
– Uang untuk biaya retribusi dan biaya lainnya.
– Kartu asuransi kecelakaan/asuransi jiwa/asuransi kesehatan
Ada ide lain barang yang wajib dibawa saat mendaki gunung? Sila isi komentar di bawah.
 
;