Rabu, 23 Maret 2016

Fakta sebagai Unsur dari Penalaran Ilmiah

Berfikir ialah gejala jiwa yang dapat menetapkan hubungan-hubungan antara pengetahuan kita. Berfikir adalah suatu proses dialektis. Artinya, selama kita berfikir, fikiran kita mengadakan tanya jawab dengan fikiran kita, untuk dapat meletakkan hubungan-hubungan antara pengetahuan kita itu, dengan tepat. Pertanyaan itulah yang memberi arah kepada fikiran kita.Pada saat kita berpikir maka terlintas gambaran-gambaran mengenai sesuatu hal yang tidak tampak secara nyata. Kegiatan ini tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, dan tanpa kita sadari. Sedangkan kegiatan berpikir dilakukan secara sadar, tersusun, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berpikir yang terakhir ini yang disebut dengan kegiatan bernalar. Bernalar atau penalaran merupakan proses berpikir sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan.
Dalam penalaran ilmiah dibutuhkan berbagai unsur yang dapat dibuktikan atau yang telah diverifikasi sesuai dengan bukti atau konsekuensi yang teramati oleh indera, bila dikumpulkan secara sistematis dan dilakukan secara sekuensial maka dapat melahirkan sebuah ilmu. Dengan begitu, kita dapat mengenali hubungan di antara fakta-fakta tersebut dengan melakukan penelitian selain itu kita dapat menggolongkan sejumlah fakta ke dalam bagian-bagian dengan jumlah angota yang sama banyaknya, namun pembagian di sini memiliki taraf yang lebih tinggi
  1. Klasifikasi
Menghubungkan sejumlah fakta dengan suatu hubungan yang logis berdasarkan sistem.
  1. Jenis klasifikasi
Klasifikasi sederhana, klasifikasi yang hanya memiliki dua kelas bawahan yang berciri positif dan negatif.
Klasifikasi kompleks, suatu klasifikasi yang memiliki lebih dari dua kelas bawahan.
  1. Persyaratan klasifikasi
prinsipnya harus jelas, klasifikasi harus logis dan konsisten, klasifikasi haris bersikap lengkap menyeluruh.

0 komentar:

Posting Komentar

 
;