Pria modern masih membawa sifat warisan yang ingin selalu dianggap berani dan tidak memperlihatkan kelemahannya. Wanita di mana pun bertanya,”mengapa ia selalu harus menjadi begitu kuat? Mengapa ia tidak mau memperlihatkan perasaannya ?” “ketika ia dalam masalah, ia akan menyimpan permasalahannya itu dan menjadi bisu atau menjauh.”
“susahnya seperti mencabut gigi,jika ingin memebicarakan masalahnya.”
Kerana memang sudah sifatnya, seorang pria adalah pencuriga,bersaing, terkendali, memepertahankan diri, tidak butuh teman dan menyembunyikan keadaan perasaannya supaya tetap terkendali. Bagi pria, menjadi emosional akan dianggap sebagai tidak mampu mengendalikan diri. Keadaan masyarakat memaksanya bersikap seperti itu dengan mengajari mereka sejak kecil untuk, “bersikaplah seperti seorang pria,” “pasang wajah berani,” dan anak laki- laki tidak menangis”.
Berbeda dengan wanita; sebagai seorang penjaga tempat tinggal, otak seorang wanita dipersiapkan untuk terbuka, mempercayai, bekerja sama, memperlihatkan kelemahannya,memperlihatkan perasaannya dan mengetahui bahwa tidak perlu selalu menahan perasaannya. Karena itulah, ketika seorang pria dan wanita membicarakan masalah bersama, masing-masing akan merasa bingung karena reaksi berbeda yang muncul dari masing-masing.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar