Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Heri Suprapto sebagai pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Pada awalnya banyak pendapat yang memaknai istilah organisasi identik dengan pengertian berikut :pertama, organisasi merupakan wadah sekumpulan orang-orang yang saling bekerja sama dalam upaya pencapain tujuan yang telah ditetapkan. kedua,organisasi juga bisa diartikan sebagai suatu alat yang berfungsi untuk mengkoordinasikan serta mengendalikan sekelompok orang yang memiliki berbagai sifat dan karakteristik. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ada pendapat yang menyatakan bahwa organisasi dianga sebagai sesuatu yang mempunyai kepribadian seperti halnya individu yang dapat bersifat kaku atau fleksibel, inovatif atau koersif, bahkan dapat meningkatkan atau menurunkan efektivitas kerja orang-orang yang berada didalamnnya. Lebih jauh lagi dengan semakin berkembangnya teori tentang organisasi, kini telah muncul pula fenomena yang relatif baru yaitu ide yang memandang organisasi seperti halnya budaya, dimana ada sistem dari makna yang dianut bersama di antara anggota-anggotanya. Sistem makna tersebut bila diamati lebih seksama merupakan sekumpulan nilainilai utama yang dihargai oleh suatu organisasi.
Nilai-nilai utama yang ditetapkan dan telah disepakati oleh seluruh anggota organisasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Atau dengan kata lain, keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan disepakati, banyak dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam menetapkan dan melaksanakan nilai-nilai utama tersebut yang tercermin dalam budaya organisasinya. Budaya organisasi tersebut berhubungan dengan bagaimana karyawan mempersepsikan karakteristik suatu organisasi, untuk kemudian persepsi tersebut akan mengarahkannya untuk bersikap dan berperilaku tertentu sehingga menghasilkan suatu kinerja tertentu (baik atau buruk).
Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan Prilaku Organisasi ?
b. Apa yang dimaksud dengan Organisasi ?
c. Apa fungsi Organisasi ?
d. Bagaimana cara memelihara budaya Organisasi ?`
Tujuan
1. Untuk menambah wawasan khususnya yang berkaitan dengan budaya organisasi.
2. Untuk mengetahui sejauh mana peran budaya organisasi.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara memelihara dan mengelola budaya organisasi agar tujuan perusahaan tercapai.
Bab II
PERILAKU ORGANISASI
Studi mengenai perilaku organisasi akhir-akhir ini semakin pesat perkembangannya, hal tersebut sejalan dengan semakin kompleksnya permasalahan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan semakin rumitnya
permasalahan sumber daya manusia, maka pimpinan organisasi mempunyai ‘kewajiban’ untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengannya.
Karena manusia merupakan salah satu unsur pendukung yang utama dalam
pencapaian tujuan organisasi, maka penanganan sumber daya manusia secara
tepat merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh setiap pimpinan
organisasi.
Perilaku manusia merupakan fungsi dari interaksi antara individu dan
lingkungannya. Individu membawa berbagai karakteristik yang dimilikinya, seperti kemampuan, kepercayaan pribadi,pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya ke dalam suatu organisasi. Di lain pihak, organisasi dimana individu-individu tersebut berada, biasanya memiliki karakteristik pula. Jika kedua karakteristik tersebut berinteraksi, maka akan terwujudlah suatu perilaku organisasi. Jadi pada hakikatnya perilaku organisasi adalah hasil interaksi antara individu-individu dengan organisasi. Dengan kata lain, bahwa perilaku organisasi dapat menggambarkan karakteristik manusia yang berupa pemikiran, perasaan, maupun sikap individu atau kelompok yang terdapat di dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh karakteristik organisasi.
Mengenai pengertian perilaku organisasi, Gibson (1997:6) berpendapat:
Perilaku organisasi merupakan ilmu yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, kapasitas pembelajaran individu, dan tindakantindakan saat bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi.
Perilaku organisasi mencakup semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia di dalam organisasi. Dalam perilaku organisasi, individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur dan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaanya. Oleh karena itu, ilmu ini memperhitungkan pula pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu. Perilaku organisasi mengupayakan agar usaha-usaha individu terkoordinir dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
Perilaku orang-orang, baik secara individual maupun kelompok yang dapat mewakili kinerjanya di dalam suatu organisasi akan berbeda-beda, hal tersebut biasanya tergantung pada karakteristik organisasi yang tercermin dari budaya organisasinya. Artinya, bahwa budaya
organisasi berperan dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang. Mengenai karakteristik organisasi, terdapat beberapa pendapat yang satu sama lain saling mendukung. Terlepas dari ‘kacamata’ siapa pun yang kita gunakan untuk memandang karakteristik organisasi yang dapat mewakili budaya organisasinya, pada prinsipnya bahwa karakter organisasi tersebut besar pengaruhnya terhadap kinerja para anggotanya.
Pengertian Budaya Organisasi
Konsep budaya cukup baru di dalam terminologi teori organisasi, meskipun idenya telah muncul bersamaan dengan munculnya masyarakat itu sendiri. Dari beberapa sumber diperoleh beberapa pengertian yang kurang lebih memberikan pemahaman yang sama bahwa budaya merupakan cara hidup sekumpulan orang, yang tercakup didalamnya pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat dan kecakapan, serta kebiasaan lainnya yang dimiliki seseorang sebagai anggota suatukelompok masyarakat. Budaya merupakan bagian dari kehidupan organisasi yang dapat mempengaruhi perilaku, sikap, dan efektivitas pegawai. Budaya organisasi merupakan salah satu subsistem dalamorganisasi mengenai kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut bersama di dalam organisasi dan merupakan pedoman bagi perilaku para anggotanya (Schermerhorn,1996:250). Pendapat senada dikemukakan juga oleh Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
Dari pendapat-pendapat tersebut tersirat penjelasan bahwa:
1) pada saat anggota di dalam organisasi berinteraksi satu sama lain, mereka memaki bahasa ,terminologi, serta sikap yang biasadigunakan.
2) di dalam budaya organisasi terdapat standar perilaku, misalnya aturan
yang memandu anggotanya untuk melakukan apa dan berapa banyak tugas
yang harus dikerjakan.
3) nilai-nilai yang menonjol, misalnya nilai yang mengutamakan kualitas kerja, pencapaian efisiensi tinggi dan tingkat kehadiran yang rendah, yang dianggap sebagai budaya,disepakati dan dipegang teguh oleh para anggota organisasi.
4) budaya organisasi memiliki falsafah yang menuntun kebijakan-kebijakan organisasi dalam upaya memperlakukan anggotanya dan pihak luar.
5) budaya organisasi memiliki aturan-aturan yang ‘mengikat’ setiap anggota baru, agar mereka diterima sebagai anggota.
6) iklim organisasi seperti misalnya bagaimana pengaturan tata letak perlengkapan, cara para anggota berinteraksi dan cara mereka memperlakukan sesama, satu sama laindan pihak luar.
Beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh berbagai pendapat di
atas, pada umumnya memperlihatkan bahwa budaya organisasi terdiri dari
beberapa elemen.
Fungsi Organisasi
Di dalam suatu organisasi peran budaya dalam mempengaruhi perilaku karyawan tampaknya semakin penting. Budaya organisasi dapat tercermin diantaranya dari sistem yang meliputi besar kecilnya kesempatan berinovasi dan berkreasi bagi karyawan, pembentukan tim-tim kerja, juga kepemimpinan yang transparan dan tidak terlalu birokratis. Karakteristik tersebut yang dipersepsi oleh karyawan sebagai budaya organisasi, diharapkan dapat berfungsi dalam memberikan kepuasan kerja dan kinerja yang optimal dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Budaya secara umum mempunyai berbagai peran sebagaimana dikemukakan oleh Dressler and Carns (Phatak, 1983:21) sebagai berikut:
1. Budaya memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa yang kita miliki
2. Budaya memungkinkan untuk mengantisipasi bagaimana lainnya dalam masyarakat yang cenderung untuk merespon suatu tindakan
3. Budaya dapat membedakan antara apa yang benar atau salah, indah atau jelek, wajar atauwajar.dsb
4.Budaya memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui budaya dapat terjalin komunikasi dengan orang lain melalui bahasa yang telah dipelajari dan digunakan bersama-sama. Melalui budaya pula, akan sangat memungkinkan bagi seseorang untuk mengantisipasi bagaimana reaksi orang-orang disekitarnya terhadap perilaku yang bersangkutan. Disamping itu, melalui budaya dapat diperoleh standar yang dapat membedakan diantaranya mengenai hal yang benar atau salah, baik atau buruk, hal yang masuk akal atau sebaliknya. Pada akhirnya, budaya dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Pendapat lainnya yang mengemukakan adanya fungsi budaya organisasi adalah Daft (1998:369), yang memberikan dua fungsi, yaitu:
1.integrasi internal adalah bahwa para anggota organisasi mengembangkan bersama identitas, dan selain itu mereka juga mengetahui bagaimana cara bekerjasama secara efektif. Jadi budaya akan menjadi pedoman didalam membina hubungan kerja dari hari ke hari dan menentukan bagaimana cara berkomunikasi di dalam organisasi, menentukan perilaku mana yang diterima dan mana yang ditolak.
2.adaptasi eksternal yaitu bagaimana organisasi mempertemukan tujuannya dan
membuat kesepakatan dengan pihak di luar organisasi. Budaya membantu
mengarahkan aktivitas pegawai untuk mencapai tujuan. Budaya dapat membantu
untuk merespon secara cepat perubahan yang terjadi di lingkungan luar.
Memelihara Budaya Organisasi
Melihat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari adanya budaya organisasi
sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat dipastikan bahwa budaya organisasi perlu dipelihara. Sutanto (1997:70) berpendapat bahwa budaya organisasi perlu dipelihara dengan alasan bahwa budaya organisasi:
1. Merupakan corporate vision sehingga berfungsi sebagai sarana pemersatu
langkah prakaryawan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi.
2. Merupakan shared values;
3. Merupakan company’s personality yang akan mencerminkan citra organisasi.
Untuk memelihara budaya organisasi tersebut, banyak upaya yang dapat dilakukan oleh seorang pimpinan organisasi. Misalnya melalui pemberian motivasi kepada para bawahannya untuk menerapkan budaya organisasi dalam setiap peristiwa yang dianggap penting. Hal lainnya, seorang pimpinan harus memberi contoh teladan, terutama dalam lingkungan yang berisfat paternalistik, yaitu yang memposisikan pimpinan sebagai figur utama.
Upaya lainnya yang bisa dilakukan dalam memelihara budaya organisasi
adalah dimana organisasi harus menghargai dan bersifat adaptif terhadap
subcultures yang ada dan turut serta memperkaya budaya kuatnya (dominant
culture) dalam organisasi tersebut selama tidak bertentangan. Selain itu, sebaiknya
pimpinan senantiasa memberikan penjelasan dan menekankan bahwa
budaya organisasi yang dimiliki akan semakin kaya dan kuat karena dibangun
melalui keterpaduan di antara anak-anak budaya (subcultures).
Kata Pengantar
Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam tak lupa saya panjatkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW beserta para keluarga, sahabat dan para umatnya yang insyaallah setia sampai akhir jaman. Makalah ini disusun guna melengkapi tugas Ilmu Budaya Dasar. Dalam penyusunan makalah ini, dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya telah berusaha untuk dapat memberikan serta mencapai hasil yang semaksimal mungkin dan sesuai dengan harapan, walaupun di dalam pembuatannya saya menghadapi berbagai kesulitan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang saya miliki.
Oleh sebab itu pada kesempatan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya khususnya kepada Bapak Heri Suprapto sebagai pembimbing Ilmu Budaya Dasar. Saya menyadari bahwa dalam penulisan dan pembuatan penulisan ilmiah ini, masih terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat saya butuhkan untuk dapat menyempurnakannya di masa yang akan datang. Semoga apa yang disajikan dalam makalah ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman maupun pihak lain yang berkepentingan.
Pada awalnya banyak pendapat yang memaknai istilah organisasi identik dengan pengertian berikut :pertama, organisasi merupakan wadah sekumpulan orang-orang yang saling bekerja sama dalam upaya pencapain tujuan yang telah ditetapkan. kedua,organisasi juga bisa diartikan sebagai suatu alat yang berfungsi untuk mengkoordinasikan serta mengendalikan sekelompok orang yang memiliki berbagai sifat dan karakteristik. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ada pendapat yang menyatakan bahwa organisasi dianga sebagai sesuatu yang mempunyai kepribadian seperti halnya individu yang dapat bersifat kaku atau fleksibel, inovatif atau koersif, bahkan dapat meningkatkan atau menurunkan efektivitas kerja orang-orang yang berada didalamnnya. Lebih jauh lagi dengan semakin berkembangnya teori tentang organisasi, kini telah muncul pula fenomena yang relatif baru yaitu ide yang memandang organisasi seperti halnya budaya, dimana ada sistem dari makna yang dianut bersama di antara anggota-anggotanya. Sistem makna tersebut bila diamati lebih seksama merupakan sekumpulan nilainilai utama yang dihargai oleh suatu organisasi.
Nilai-nilai utama yang ditetapkan dan telah disepakati oleh seluruh anggota organisasi mempunyai pengaruh yang besar terhadap berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mencapai tujuannya. Atau dengan kata lain, keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan disepakati, banyak dipengaruhi oleh keberhasilannya dalam menetapkan dan melaksanakan nilai-nilai utama tersebut yang tercermin dalam budaya organisasinya. Budaya organisasi tersebut berhubungan dengan bagaimana karyawan mempersepsikan karakteristik suatu organisasi, untuk kemudian persepsi tersebut akan mengarahkannya untuk bersikap dan berperilaku tertentu sehingga menghasilkan suatu kinerja tertentu (baik atau buruk).
Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan Prilaku Organisasi ?
b. Apa yang dimaksud dengan Organisasi ?
c. Apa fungsi Organisasi ?
d. Bagaimana cara memelihara budaya Organisasi ?`
b. Apa yang dimaksud dengan Organisasi ?
c. Apa fungsi Organisasi ?
d. Bagaimana cara memelihara budaya Organisasi ?`
Tujuan
1. Untuk menambah wawasan khususnya yang berkaitan dengan budaya organisasi.
2. Untuk mengetahui sejauh mana peran budaya organisasi.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara memelihara dan mengelola budaya organisasi agar tujuan perusahaan tercapai.
2. Untuk mengetahui sejauh mana peran budaya organisasi.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara memelihara dan mengelola budaya organisasi agar tujuan perusahaan tercapai.
Bab II
PERILAKU ORGANISASI
Studi mengenai perilaku organisasi akhir-akhir ini semakin pesat perkembangannya, hal tersebut sejalan dengan semakin kompleksnya permasalahan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan semakin rumitnya
permasalahan sumber daya manusia, maka pimpinan organisasi mempunyai ‘kewajiban’ untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengannya.
Studi mengenai perilaku organisasi akhir-akhir ini semakin pesat perkembangannya, hal tersebut sejalan dengan semakin kompleksnya permasalahan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dengan semakin rumitnya
permasalahan sumber daya manusia, maka pimpinan organisasi mempunyai ‘kewajiban’ untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang berkaitan dengannya.
Karena manusia merupakan salah satu unsur pendukung yang utama dalam
pencapaian tujuan organisasi, maka penanganan sumber daya manusia secara
tepat merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh setiap pimpinan
organisasi.
pencapaian tujuan organisasi, maka penanganan sumber daya manusia secara
tepat merupakan tantangan utama yang harus dihadapi oleh setiap pimpinan
organisasi.
Perilaku manusia merupakan fungsi dari interaksi antara individu dan
lingkungannya. Individu membawa berbagai karakteristik yang dimilikinya, seperti kemampuan, kepercayaan pribadi,pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya ke dalam suatu organisasi. Di lain pihak, organisasi dimana individu-individu tersebut berada, biasanya memiliki karakteristik pula. Jika kedua karakteristik tersebut berinteraksi, maka akan terwujudlah suatu perilaku organisasi. Jadi pada hakikatnya perilaku organisasi adalah hasil interaksi antara individu-individu dengan organisasi. Dengan kata lain, bahwa perilaku organisasi dapat menggambarkan karakteristik manusia yang berupa pemikiran, perasaan, maupun sikap individu atau kelompok yang terdapat di dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh karakteristik organisasi.
lingkungannya. Individu membawa berbagai karakteristik yang dimilikinya, seperti kemampuan, kepercayaan pribadi,pengharapan kebutuhan, dan pengalaman masa lalunya ke dalam suatu organisasi. Di lain pihak, organisasi dimana individu-individu tersebut berada, biasanya memiliki karakteristik pula. Jika kedua karakteristik tersebut berinteraksi, maka akan terwujudlah suatu perilaku organisasi. Jadi pada hakikatnya perilaku organisasi adalah hasil interaksi antara individu-individu dengan organisasi. Dengan kata lain, bahwa perilaku organisasi dapat menggambarkan karakteristik manusia yang berupa pemikiran, perasaan, maupun sikap individu atau kelompok yang terdapat di dalam suatu organisasi yang dipengaruhi oleh karakteristik organisasi.
Mengenai pengertian perilaku organisasi, Gibson (1997:6) berpendapat:
Perilaku organisasi merupakan ilmu yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, kapasitas pembelajaran individu, dan tindakantindakan saat bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi.
Perilaku organisasi mencakup semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia di dalam organisasi. Dalam perilaku organisasi, individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur dan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaanya. Oleh karena itu, ilmu ini memperhitungkan pula pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu. Perilaku organisasi mengupayakan agar usaha-usaha individu terkoordinir dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
Perilaku organisasi merupakan ilmu yang mencakup teori, metode, dan prinsip-prinsip dari berbagai disiplin ilmu guna mempelajari persepsi individu, nilai-nilai, kapasitas pembelajaran individu, dan tindakantindakan saat bekerja dalam kelompok dan di dalam organisasi.
Perilaku organisasi mencakup semua ilmu tingkah laku yang berusaha menjelaskan tindakan-tindakan manusia di dalam organisasi. Dalam perilaku organisasi, individu dipengaruhi oleh bagaimana pekerjaan diatur dan siapa yang bertanggung jawab untuk pelaksanaanya. Oleh karena itu, ilmu ini memperhitungkan pula pengaruh struktur organisasi terhadap perilaku individu. Perilaku organisasi mengupayakan agar usaha-usaha individu terkoordinir dalam
rangka mencapai tujuan organisasi.
Perilaku orang-orang, baik secara individual maupun kelompok yang dapat mewakili kinerjanya di dalam suatu organisasi akan berbeda-beda, hal tersebut biasanya tergantung pada karakteristik organisasi yang tercermin dari budaya organisasinya. Artinya, bahwa budaya
organisasi berperan dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang. Mengenai karakteristik organisasi, terdapat beberapa pendapat yang satu sama lain saling mendukung. Terlepas dari ‘kacamata’ siapa pun yang kita gunakan untuk memandang karakteristik organisasi yang dapat mewakili budaya organisasinya, pada prinsipnya bahwa karakter organisasi tersebut besar pengaruhnya terhadap kinerja para anggotanya.
organisasi berperan dalam membentuk sikap dan perilaku seseorang. Mengenai karakteristik organisasi, terdapat beberapa pendapat yang satu sama lain saling mendukung. Terlepas dari ‘kacamata’ siapa pun yang kita gunakan untuk memandang karakteristik organisasi yang dapat mewakili budaya organisasinya, pada prinsipnya bahwa karakter organisasi tersebut besar pengaruhnya terhadap kinerja para anggotanya.
Pengertian Budaya Organisasi
Konsep budaya cukup baru di dalam terminologi teori organisasi, meskipun idenya telah muncul bersamaan dengan munculnya masyarakat itu sendiri. Dari beberapa sumber diperoleh beberapa pengertian yang kurang lebih memberikan pemahaman yang sama bahwa budaya merupakan cara hidup sekumpulan orang, yang tercakup didalamnya pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, adat dan kecakapan, serta kebiasaan lainnya yang dimiliki seseorang sebagai anggota suatukelompok masyarakat. Budaya merupakan bagian dari kehidupan organisasi yang dapat mempengaruhi perilaku, sikap, dan efektivitas pegawai. Budaya organisasi merupakan salah satu subsistem dalamorganisasi mengenai kepercayaan dan nilai-nilai yang dianut bersama di dalam organisasi dan merupakan pedoman bagi perilaku para anggotanya (Schermerhorn,1996:250). Pendapat senada dikemukakan juga oleh Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
Dari pendapat-pendapat tersebut tersirat penjelasan bahwa:
1) pada saat anggota di dalam organisasi berinteraksi satu sama lain, mereka memaki bahasa ,terminologi, serta sikap yang biasadigunakan.
2) di dalam budaya organisasi terdapat standar perilaku, misalnya aturan
yang memandu anggotanya untuk melakukan apa dan berapa banyak tugas
yang harus dikerjakan.
3) nilai-nilai yang menonjol, misalnya nilai yang mengutamakan kualitas kerja, pencapaian efisiensi tinggi dan tingkat kehadiran yang rendah, yang dianggap sebagai budaya,disepakati dan dipegang teguh oleh para anggota organisasi.
4) budaya organisasi memiliki falsafah yang menuntun kebijakan-kebijakan organisasi dalam upaya memperlakukan anggotanya dan pihak luar.
5) budaya organisasi memiliki aturan-aturan yang ‘mengikat’ setiap anggota baru, agar mereka diterima sebagai anggota.
6) iklim organisasi seperti misalnya bagaimana pengaturan tata letak perlengkapan, cara para anggota berinteraksi dan cara mereka memperlakukan sesama, satu sama laindan pihak luar.
1) pada saat anggota di dalam organisasi berinteraksi satu sama lain, mereka memaki bahasa ,terminologi, serta sikap yang biasadigunakan.
2) di dalam budaya organisasi terdapat standar perilaku, misalnya aturan
yang memandu anggotanya untuk melakukan apa dan berapa banyak tugas
yang harus dikerjakan.
3) nilai-nilai yang menonjol, misalnya nilai yang mengutamakan kualitas kerja, pencapaian efisiensi tinggi dan tingkat kehadiran yang rendah, yang dianggap sebagai budaya,disepakati dan dipegang teguh oleh para anggota organisasi.
4) budaya organisasi memiliki falsafah yang menuntun kebijakan-kebijakan organisasi dalam upaya memperlakukan anggotanya dan pihak luar.
5) budaya organisasi memiliki aturan-aturan yang ‘mengikat’ setiap anggota baru, agar mereka diterima sebagai anggota.
6) iklim organisasi seperti misalnya bagaimana pengaturan tata letak perlengkapan, cara para anggota berinteraksi dan cara mereka memperlakukan sesama, satu sama laindan pihak luar.
Beberapa definisi yang telah dikemukakan oleh berbagai pendapat di
atas, pada umumnya memperlihatkan bahwa budaya organisasi terdiri dari
beberapa elemen.
atas, pada umumnya memperlihatkan bahwa budaya organisasi terdiri dari
beberapa elemen.
Fungsi Organisasi
Di dalam suatu organisasi peran budaya dalam mempengaruhi perilaku karyawan tampaknya semakin penting. Budaya organisasi dapat tercermin diantaranya dari sistem yang meliputi besar kecilnya kesempatan berinovasi dan berkreasi bagi karyawan, pembentukan tim-tim kerja, juga kepemimpinan yang transparan dan tidak terlalu birokratis. Karakteristik tersebut yang dipersepsi oleh karyawan sebagai budaya organisasi, diharapkan dapat berfungsi dalam memberikan kepuasan kerja dan kinerja yang optimal dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Budaya secara umum mempunyai berbagai peran sebagaimana dikemukakan oleh Dressler and Carns (Phatak, 1983:21) sebagai berikut:
1. Budaya memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa yang kita miliki
2. Budaya memungkinkan untuk mengantisipasi bagaimana lainnya dalam masyarakat yang cenderung untuk merespon suatu tindakan
3. Budaya dapat membedakan antara apa yang benar atau salah, indah atau jelek, wajar atauwajar.dsb
4.Budaya memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan.
Budaya secara umum mempunyai berbagai peran sebagaimana dikemukakan oleh Dressler and Carns (Phatak, 1983:21) sebagai berikut:
1. Budaya memungkinkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui bahasa yang kita miliki
2. Budaya memungkinkan untuk mengantisipasi bagaimana lainnya dalam masyarakat yang cenderung untuk merespon suatu tindakan
3. Budaya dapat membedakan antara apa yang benar atau salah, indah atau jelek, wajar atauwajar.dsb
4.Budaya memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui budaya dapat terjalin komunikasi dengan orang lain melalui bahasa yang telah dipelajari dan digunakan bersama-sama. Melalui budaya pula, akan sangat memungkinkan bagi seseorang untuk mengantisipasi bagaimana reaksi orang-orang disekitarnya terhadap perilaku yang bersangkutan. Disamping itu, melalui budaya dapat diperoleh standar yang dapat membedakan diantaranya mengenai hal yang benar atau salah, baik atau buruk, hal yang masuk akal atau sebaliknya. Pada akhirnya, budaya dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Pendapat lainnya yang mengemukakan adanya fungsi budaya organisasi adalah Daft (1998:369), yang memberikan dua fungsi, yaitu:
1.integrasi internal adalah bahwa para anggota organisasi mengembangkan bersama identitas, dan selain itu mereka juga mengetahui bagaimana cara bekerjasama secara efektif. Jadi budaya akan menjadi pedoman didalam membina hubungan kerja dari hari ke hari dan menentukan bagaimana cara berkomunikasi di dalam organisasi, menentukan perilaku mana yang diterima dan mana yang ditolak.
2.adaptasi eksternal yaitu bagaimana organisasi mempertemukan tujuannya dan
membuat kesepakatan dengan pihak di luar organisasi. Budaya membantu
mengarahkan aktivitas pegawai untuk mencapai tujuan. Budaya dapat membantu
untuk merespon secara cepat perubahan yang terjadi di lingkungan luar.
1.integrasi internal adalah bahwa para anggota organisasi mengembangkan bersama identitas, dan selain itu mereka juga mengetahui bagaimana cara bekerjasama secara efektif. Jadi budaya akan menjadi pedoman didalam membina hubungan kerja dari hari ke hari dan menentukan bagaimana cara berkomunikasi di dalam organisasi, menentukan perilaku mana yang diterima dan mana yang ditolak.
2.adaptasi eksternal yaitu bagaimana organisasi mempertemukan tujuannya dan
membuat kesepakatan dengan pihak di luar organisasi. Budaya membantu
mengarahkan aktivitas pegawai untuk mencapai tujuan. Budaya dapat membantu
untuk merespon secara cepat perubahan yang terjadi di lingkungan luar.
Memelihara Budaya Organisasi
Melihat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari adanya budaya organisasi
sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat dipastikan bahwa budaya organisasi perlu dipelihara. Sutanto (1997:70) berpendapat bahwa budaya organisasi perlu dipelihara dengan alasan bahwa budaya organisasi:
1. Merupakan corporate vision sehingga berfungsi sebagai sarana pemersatu
langkah prakaryawan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi.
2. Merupakan shared values;
3. Merupakan company’s personality yang akan mencerminkan citra organisasi.
Untuk memelihara budaya organisasi tersebut, banyak upaya yang dapat dilakukan oleh seorang pimpinan organisasi. Misalnya melalui pemberian motivasi kepada para bawahannya untuk menerapkan budaya organisasi dalam setiap peristiwa yang dianggap penting. Hal lainnya, seorang pimpinan harus memberi contoh teladan, terutama dalam lingkungan yang berisfat paternalistik, yaitu yang memposisikan pimpinan sebagai figur utama.
sebagaimana yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat dipastikan bahwa budaya organisasi perlu dipelihara. Sutanto (1997:70) berpendapat bahwa budaya organisasi perlu dipelihara dengan alasan bahwa budaya organisasi:
1. Merupakan corporate vision sehingga berfungsi sebagai sarana pemersatu
langkah prakaryawan dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi.
2. Merupakan shared values;
3. Merupakan company’s personality yang akan mencerminkan citra organisasi.
Untuk memelihara budaya organisasi tersebut, banyak upaya yang dapat dilakukan oleh seorang pimpinan organisasi. Misalnya melalui pemberian motivasi kepada para bawahannya untuk menerapkan budaya organisasi dalam setiap peristiwa yang dianggap penting. Hal lainnya, seorang pimpinan harus memberi contoh teladan, terutama dalam lingkungan yang berisfat paternalistik, yaitu yang memposisikan pimpinan sebagai figur utama.
Upaya lainnya yang bisa dilakukan dalam memelihara budaya organisasi
adalah dimana organisasi harus menghargai dan bersifat adaptif terhadap
subcultures yang ada dan turut serta memperkaya budaya kuatnya (dominant
culture) dalam organisasi tersebut selama tidak bertentangan. Selain itu, sebaiknya
pimpinan senantiasa memberikan penjelasan dan menekankan bahwa
budaya organisasi yang dimiliki akan semakin kaya dan kuat karena dibangun
melalui keterpaduan di antara anak-anak budaya (subcultures).
adalah dimana organisasi harus menghargai dan bersifat adaptif terhadap
subcultures yang ada dan turut serta memperkaya budaya kuatnya (dominant
culture) dalam organisasi tersebut selama tidak bertentangan. Selain itu, sebaiknya
pimpinan senantiasa memberikan penjelasan dan menekankan bahwa
budaya organisasi yang dimiliki akan semakin kaya dan kuat karena dibangun
melalui keterpaduan di antara anak-anak budaya (subcultures).


0 komentar:
Posting Komentar